HomeRegionalDiskusi Akhir Tahun, AJI-LBH Pers Lampung Bahas Oknum Rumah Sakit Abdul Moeloek Lampung Lecehkan Profesi Jurnalis

Diskusi Akhir Tahun, AJI-LBH Pers Lampung Bahas Oknum Rumah Sakit Abdul Moeloek Lampung Lecehkan Profesi Jurnalis

teknokra.com : Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung menyayangkan ucapan oknum staf RSUDAM Lampung yang menuding jurnalis mengadu domba. Tudingan tersebut disampaikan saat sejumlah jurnalis meliput pemasangan stiker imbauan bayar pajak di loket parkir RSUDAM Lampung, Rabu, 18/12/2019.

AJI Bandar Lampung menilai, tudingan tersebut terkesan tendensius dan merendahkan profesi jurnalis. Padahal, keberadaan para pewarta di sana dalam rangka memenuhi hak publik untuk tahu. Juga menjalankan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 6 huruf a dan d UU 40/1999 tentang Pers.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghormati kerja-kerja jurnalis di lapangan. Aktivitas jurnalis yang dilakukan para jurnalis dalam rangka memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui,” kata Ketua AJI Bandar Lampung Hendry Sihaloho, Kamis, 19/12/2019.

Hendry mengatakan, pihak yang merasa keberatan dengan produk jurnalistik bisa mengajukan hak jawab maupun koreksi. Bukan melemparkan tudingan yang memandang rendah pekerjaan jurnalis. Sebab, tugas para jurnalis adalah mempersenjatai publik dengan informasi, sehingga warga bisa mengaturnya hidupnya secara bebas.

“Kami meminta pihak-pihak yang merasa keberatan dengan pemberitaan menempuh mekanisme yang diatur dalam UU Pers, yaitu hak jawab dan hak koreksi,” ujarnya.

Selain itu, Hendry juga mengimbau para jurnalis untuk mengedepankan profesionalitas. Bersikap independen dan proporsional dalam menyajikan pemberitaan. Sehingga, publik mendapatkan informasi yang utuh lewat karya jurnalistik.

“Jurnalis tidak mencari-cari kesalahan, tapi memberitakan bila menemukan kesalahan. Taat kode etik dan selalu berusaha memenuhi tujuan jurnalisme, yakni menyediakan informasi yang dibutuhkan warga agar mereka bisa hidup merdeka dan mengatur diri sendiri,” kata dia.

Sebelumnya, oknum staf Bidang Perlindungan dan Pengembangan SDM RSUDAM Lampung menuding jurnalis mengadu domba dan menggiring opini terkait pajak parkir. Dia menyebut juru warta hanya mencari keburukan orang.

“Media itu kan, biasalah, diadunya kita. Gak ada dia (media) mau menyelesaikan masalah. Bapak-bapak ini (jurnalis) cuma cari keburukan orang. Coba apa yang sudah dilakukan RSUDAM yang terbaik untuk pelayanan masyarakat, gak pernah di-upload (diberitakan),” kata An, oknum staf dimaksud.

Rilis

0 Shares
Cerpen: Memendam Ras
Tiga Tragedi Duka Un
Rate This Article:
NO COMMENTS

Sorry, the comment form is closed at this time.