HomeKampusSaatnya Pers Mahasiswa Beralih Ke Online

Saatnya Pers Mahasiswa Beralih Ke Online

Teknokra.com : 132,7 juta dari 256,2 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Menurut hasil riset Asosiasi Pengguna Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2016 diantaranya 65% berada di pulau Jawa, 15,6% di Sumatera, 4,7% di Bali dan Nusa, 5,8% di Kalimantan, 6,3% di Sulawesi dan 2,5% di Maluku dan Papua.

Itulah yang disampaikan wartawan Tempo.co I Wayan Agus Purnomo dalam Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional Surat Kabar Kampus (PKJTLN SKK) Ganto. Kegiatan yang mengangkat tema “Jurnalisme Online Praktik Baru Abad 21” digelar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Sawah Lunto, Senin (2/10).

Wayan menjelaskan karakter pengguna internet yang membaca berita online lebih banyak mengakses via ponsel, tidak loyal pada satu halaman berita karena membutuhkan berita terupdate, tidak loyal pada brand tetapi pada konten berita dan tidak membaca secara secara utuh.

Saat ini, banyak media yang menutup edisi cetakdan beralih ke online. Namun, tidak sedikit juga media online yang tidak mampu bersaing. Kompetisi tak lagi antara media dan media, tetapi media dan media sosial. Hal itu akibat perpindahan arus pembaca ke media online tidak diikuti oleh pemindahan pemasang iklan. Pertumbuhan iklan online dengan cetak belum menemukan titik keseimbangan.

Alumni LPM Akademika Universitas Udayana ini mengatakan kelebihan jurnalisme digital memiliki tampilan yang lebih komprehensif karena selalu diikuti update dan mampu endekati realitas karena bisa mengkolaborasikan teks, foto, audio dan video serta dapat menampilkan big data.

Menurutnya, sudah saatnya Pers Mahasiswa meninggalkan cetak dan fokus ke media online. Selain memiliki biaya operasional lebih murah, Pers Mahasiswa juga bisa mandiri. “Jadi kita gak perlu minta dana dari rektorat lagi supaya kita bisa lebih leluasa mengkritik kebijakannya,” ujarnya.

Firda Adinda Syukri (LPM Dinamika UIN Sumatera Utara) mangaku sepakat dengan Wayan, sudah waktunya Pers Mahasiswa beralih ke media online karena sudah tuntutan jaman dan sesuai dengan kebutuhan abad ini. “Setelah materi ini jadi membuka pikiran bahwa media online ini bukan hambatan, bukan tantangan, tapi peluang,” imbuhnya.

Tak senada dengan Firda, Selfiana (LPM Lima Washilah UIN Alauddin Makassar) mengatakan bahwa LPM Lima Washilah belum mampu beralih sepenuhnya ke media online, masih banyak tahapan yang perlu dilalui terutama arus birokrasi rektorat. “Produk yang dilihat masih cetak, dan pendanaan juga masih dari rektorat. Kalau mau mandiri kita juga harus mengajukan proposal dan meyakinkan pihak rektorat kalau online ini lebih baik,” imbuhnya.

Laporan : Faiza Ukhti Annisa

Shares 0
Walikota Sawah Lunto
Pelayanan PT PLN Ray

admin@teknokra.com

Kami adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang peliputan, penelitian, dan penerbitan berita, baik berita kriminal, prestasi, ekonomi, ataupun berita-berita lain dalam bentuk straight news maupun feature, tulisan maupun animasi dan video. Nama lengkap kami adalah Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung. Berkedudukan di Universitas Lampung, sehingga artikel kami lebih mengenai Universitas Lampung, dan Lampung.

Rate This Article:
NO COMMENTS

Sorry, the comment form is closed at this time.