HomeKampusMahasiswa Keluhkan Belum Dapat Kaos KKN

Mahasiswa Keluhkan Belum Dapat Kaos KKN

teknokra.com: Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode I mengeluhkan keterlambatan pembagian kaos KKN. Salah satunya Eben Eser Pasaribu (Agroteknologi ’16) mengaku, belum mendapatkan himbauan pengambilan kaos KKN dari pihak Badan Pengelola Kuliah Kerja Nyata (BPKKN) Unila.

Ia mengatakan terjadi jurang pemisah antara mahasiswa dengan masyarakat dalam bersosialisasi. Hal ini dikarenakan mahasiswa KKN selalu menggunakan almamater di kegiatan desa.

“Saya pribadi tidak terlalu ambil pusing. Cuman namanya manusia kecewa itu pasti.  Sekelas Unila hal seperti ini masih bisa saja terjadi. Pertanyaannya apakah ini kali pertama Unila mengadakan KKN? Kan tidak. Tahun ini prihal kaos saja tidak bisa terealisasi. Jadi semakin tidak heran kenapa kita bertengger di peringkat ke-46,” ujar Kordes Desa Ringin sari, kecamatan Banjar Margo, kabupaten Tulangbawang ini.

Baca juga tanggapan Ketua BP-KKN klik http://teknokra.com/kampus/universitas/ketua-bp-kkn-mahasiswa-tolong-bersabar.html

Hal senada juga disampaikan Diah Dewi Palupi (Ilmu Tanah ’17). Ia mengatakan kesulitan melakukan kegiatan di luar ruangan karena Aparatur desa meminta menggunakan identitas.

“Sepengetahuan saya periode sebelumnya untuk pembagian kaos KKN  dilakukan saat baktiku Unilaku. Namun, pada periode ini tidak ada Baktiku Unilaku, diganti dengan penanaman pohon di tiap desa. Saya kira dengan begitu kaos KKN akan dibagikan saat pelepasan. Namun, belum ada kaos KKN sampai saat ini,” ujarnya.

M. Allabus Royan (Peternakan ’16) mahasiswa KKN di Desa Kamplas, Lampung Utara juga mengaku tidak mendapatkan informasi keterlambatan dari BPKKN maupun dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menurutnya informasi yang didapatkan terkait kaos KKN masih simpang siur.

“Katanya bakal dibagi sepulang dari KKN, ada juga yang bilang karena kaos itu baru bisa dibuat menggunakan RAB tahun 2020 makanya belum jadi, masih simpang siur kabarnya. Selama ini kita hanya menggunakan dress code yang disepakati bersama, seperti kemeja, besoknya pake batik, atau baju sopan dengan almamater,” ujarnya.

Penulis Chairul Rahman Arif dan Mitha Setiani Asih

0 Shares
FOLLOW US ON:
Teknokra Buka Ruang
Ketua BP-KKN : Mahas

mithasetianiasih@gmail.com

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT