HomeKampusJuwendra Adiansyah: Tragedi UBL Berdarah Meregang Nyawa Dua Mahasiswa Unila

Juwendra Adiansyah: Tragedi UBL Berdarah Meregang Nyawa Dua Mahasiswa Unila

teknokra.com: Tragedi UBL Berdarah 28 September 1999 meregang dua nyawa mahasiswa Unila yaitu Saidatul Fitriah (Reporter Teknokra) dan Muhammad Yusuf Rizal (Mahasiswa Fisip ’97). Hal ini disampaikan oleh Juwendra Ardiansyah, dalam diskusi publik 20 tahun Tragedi UBL Berdarah di Graha Kemahasiswaan Unila Lt. 1, Rabu (25/09).

Menurutnya, Saidatul Fitriah mendapat tindakan represif oleh aparat saat  meliput aksi menolak RUU PKB di jalan Z.A Pagar Alam depan kampus UBL. Atul begitu ia biasa disapa, sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan. Nahas pada 3 Oktober 1999 ia meninggal di rumah sakit Abdul Muluk Bandarlampung.

Sebagai saksi sejarah, Juwendra berharap ada upaya untuk mengusut kasus pelanggaran HAM berat ini sampai tuntas. “Kedepan semoga kasus ini menjadi terang benderang dan nama korban dapat diabadikan menjadi sebuah nama gedung, jalan, atau monumen,” ujarnya

Firmansyah (Akutansi ’17) menilai tragedi UBL berdarah perlu diingat mahasiswa. “Terutama bagi mahasiswa dan masyarakat Lampung untuk dijadikan pelajaran, salah satu metodenya dengan mendirikan monumen atau memberi nama jalan dengan nama Saidatul Fitriah atau Muhammad Yusuf Rizal” ujarnya.

laporan: Chairul Rahman Arif

0 Shares
Kapolres Jakarta Pus
Mahusa Tolak Tuduhan

fakmalaysia@gmail.com

Kami adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang peliputan, penelitian, dan penerbitan berita, baik berita kriminal, prestasi, ekonomi, ataupun berita-berita lain dalam bentuk straight news maupun feature, tulisan maupun animasi dan video. Nama lengkap kami adalah Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung. Berkedudukan di Universitas Lampung, sehingga artikel kami lebih mengenai Universitas Lampung, dan Lampung.

Rate This Article:
NO COMMENTS

Sorry, the comment form is closed at this time.