HomeKampusFakultasCegah Budaya Merokok di Kalangan Pelajar

Cegah Budaya Merokok di Kalangan Pelajar

DSC_9137

Teknokra.com: Sabtu (15/4) Manajemen Rehabilitasi Penggunan Rokok bagi Siswa (Mr. Narsis) terpilih menjadi salah satu proposal yang lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M).

Lewat proposal tersebut, Muhammad Dimas Pangestu (Kedokteran ’14) beserta empat rekannya, Geta Okta Prayogi (Kedokteran ’15), Nisrina Aulia Amirah (Kedokteran ’15), Wulan Alawiyah Jahra (Kedokteran ’15), dan Alvira Balqis Soraya (Kedokteran ’16)  melakukan penyuluhan kepada siswa SMK Negeri 2 Bandarlampung yang didanai oleh Dirjen DIKTI.

Kegiatan tersebut berawal dari rasa prihatin terhadap kebiasaan merokok yang sudah menjadi hal biasa di kalangan remaja, khususnya pelajar.  Kebiasaan yang awalnya hanya coba-coba ini sudah menjadi kebutuhan setiap harinya.  Rokok yang mengandung zat adiktif yang menyebabkan adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) tersebut membuat perokok sulit untuk menghentikan perilaku tidak sehat ini.

Bahkan pelajar sekolah dasar (SD) hingga mahasiswa perguruan tinggi negeri bebas menghisap rokok di tempat-tempat umum, seperti sekolah, halte, jalan, dan masih banyak lagi. Mereka tak peduli dengan kesehatan yang akan semakin memburuk karena adanya zat nikotin dan tar yang akan merusak paru-paru dan berpeluang timbulnya kanker.

Kegiatan penyuluhan bahaya merokok ini dihadiri oleh dr. Betta Kurniawan (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), Ramli Jumaidi (Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Bandarlampung), dan M. Iz Zuddin Adha (Gubernur BEM Fakultas Kedokteran).

dr. Betta pun merasa bangga ada mahasiswanya yang peduli dengan lingkungan. Ia berharap dengan adanya program tersebut tingkat kebiasaan merokok siswa akan berkurang sedikit demi sedikit. “Mahasiswa di bangku kuliah tidak mendapatkan secara langsung, nah dengan adanya PKM ini maka mereka bisa dapat praktik secara langsung,” ujarnya.

Sama halnya dengan Ramli, ia berharap setelah mengikuti penyuluhan ini, siswa jadi mengetahui dan memahami cara menghindari rokok. Sehingga dapat mengajak kawan-kawannya untuk tidak menghisap rokok lagi. “Di sekolah ini 80 persen mayoritas laki-laki. Mereka kan suka coba-coba. Nah harapannya mereka tidak menyalahgunakan rokok dan bisa mengetahui bahaya tentang rokok itu sendiri,” ujarnya.

Salah satunya siswa, Oksa (kelas XI) mengaku banyak ilmu yang didapatkan dari kegiatan tersebut. Dan ia pun bertekad akan mengajak  teman-temannya untuk meninggalkan kebiasaan mengonsumsi rokok.

Muhammad Dimas Pangestu mengatakan, Mr. Narsis ini bertujuan untuk  merekrut agen-agen yang bertugas untuk membantu mengurangi perokok aktif di sekolah. Ia pun berharap program Mr. Narsis dapat menjadi ekstrakurikuler baru di SMK Negeri 2 Bandarlampung.
Laporan         : Kalista Setiawan

Editor             : Rika Andriani

Shares 0
FOLLOW US ON:
HMJ Sosiologi Peduli
Demokrasi, Represifi

admin@teknokra.com

Kami adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang peliputan, penelitian, dan penerbitan berita, baik berita kriminal, prestasi, ekonomi, ataupun berita-berita lain dalam bentuk straight news maupun feature, tulisan maupun animasi dan video. Nama lengkap kami adalah Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung. Berkedudukan di Universitas Lampung, sehingga artikel kami lebih mengenai Universitas Lampung, dan Lampung.

Rate This Article:
NO COMMENTS

LEAVE A COMMENT