HomeBudayaGamolan Beda Dengan Gamelan

Gamolan Beda Dengan Gamelan

Gamolan Lampung

Siang 14 Juni 2012, alunan lagu sigekh pengunten terdengar dari sebuah alat musik asli Lampung.

Gamolan namanya, tak banyak yang tahu jika alat musik ini berbeda dengan gamelan yang berasal dari Jawa. Baik dari segi suara maupun dalam bentuk fisik. Menurut Hasyimkan, Dosen Program Seni Musik alat musik ini suaranya lebih merdu dibandingkan dengan gamelan.

Melalu pendekatan linguistik dan semiotika Hasyimkan bersama Margaret J Kartomi seorang Profesor berkebangsaan Australia  membuktikan bahwa alat musik  asli Lampung ini memang berbeda dengan gamolan.
Kata gamolan merupakan huruf o sedangkan gamelan menggunakan huruf e. Huruf o dan u lebih nenunjuk ke zaman dahulu. Huruf i dan e  menunjukkan masa sekarang, sementara huruf a  menunjukkan dulu dan sekarang. Misalnya kata “Kuno-Kini, Oyot-Akik, Borneo-Kalimantan.
Teori diatas dapat membuktikan bahwa gamolan adalah pertanda (semiotika) peninggalan masyarakat Lampung zaman dulu yang berdialek O (Marga Abung, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Lampung Tengah, dan Lampung Timur).
Selain itu pada alat pemukul gamolan terdapat buah pinang sedangkan pada gamelan tak ada. Gamolan sendiri merupakan alat musik tunggal, sedangkan gamelan terdiri dari beberapa alat musik.
Perbedaannya juga dapat dilihat dari jumlah tangga nada. Tangga nada gamolan Lampung berdasarkan arkeologi atau instrument yang terdiri dari do, re, mi, so, la, si do. Sedangkan gamelan Jawa Slendro instrumentnya terdiri dari do, re, mi, so, la, si.
Hasyim mengatakan alat musik tradisional  ini diperkirakan telah ada sekitar abad ke 4 Masehi dan mengalami puncak perkembangannya pada abad ke 5 Masehi, ketika Kerajaan Kendal dan Kerajaan Sekala Brak Kuno sedang  berada pada masa kejayaanya di Lampung.
Kata gamolan sendiri  berasal dari begamol yang dalam bahasa Lampung sama dengan begumul atau berkumpul dalam bahasa melayu,” ujarnya.  Berarti gamolan bukan berasal dari Jawa melainkan asli  Lampung Barat dan Way Kanan.
Pelestarian Gamolan
Meski gamolan namanya tak sebeken gamelan, namun kini nama gamolan sudah terdengar hingga Australia.Hal ini berkat seminar internasional seminar internasional dan pergelaran gamolan instrument musik tradisional Lampung di balai keraton, Oktober tahun lalu.
Bahkan gamolan kini  telah meraih rekor muri pada di lapangan Korpri Pemprov Lampung. Dalam kategori pertunjukan alat musik tradisional terlama. Pertunjukkan ini menghadirkan 25 grup dari mahasiswa Unila yang memainkan gamolan tanpa henti selama 25 jam.
Pemecahan rekor muri ini diharapkan bisa memperkenalkan gamolan kepada masyarakat dan pecinta music tradsioanal untuk dilestarikan sebagai salah satu alat music tertua di Indonesia
Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) turut andil dalam proses sosalisasi dan pelestarian gamolan ini. MPAL bertindak sebagai pengembangan dan pelestarian budaya Lampung yang salah satunya adalah gamolan.
Melalui Peraturan Daerah  No. 2 tahun 2008 MPAL diberikan beberapa mandat oleh pemerintah untuk mengimplementasikan tentang pemeliharaan budaya Lampung yang dapat dilakukan dengan pesta kesenian yang diselenggarakan secara periodic dan  pada acara-acara tertentu.
Dalam seminar ini menghadirkan Prof. Dr. Margaret J Kartomi, Hasyimkan, S.Sn., M.A, dan Henry Susanto, S.Si.,M.Hum sebagai penyaji. Mereka menjelaskan semua hasil dari penelitian yang telah dilakukan. Mulai dari sejarah, proses penelitian, sampai bentuk asli dari gamolan turut dipamerkan dalam seminar tersebut.
Hal ini bertujuan agar alat musik gamolan dapat mulai dikenal dikalangan masyarakat, khususnya daerah Lampung sendiri. Hal ini penting  mengingat gamolan merupakan bagian dari kebudayaan nusantara yang harus dikembangkan dan dilestarikan.
Salah satu contohnya adalah diadakannya pergelaran musik gamolan pada acara pembukaan Lampung Fair, Jumat 25 Mei 2012 di lapangan Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR). Selain itu untuk mengenalkan gamolan ke masyarakat dilakukan juga lewat baju.
Bersama tiga rekannya, M. Kemal Syahdinata RSZP, Fajar Ramadhan Muchtar, dan Suryo Dwiono, Hasyimkan membuat desain batik gamolan. .Dan saat ini batik gamolan telah disahkan oleh MPAL sebagai batik khas Lampung.

Oleh Jeni Ayu, Windy Dewi Saputri

Shares 0
FOLLOW US ON:
Bersahabat Dengan Sa
Bazar Dharma Wanita

admin@teknokra.com

Kami adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang peliputan, penelitian, dan penerbitan berita, baik berita kriminal, prestasi, ekonomi, ataupun berita-berita lain dalam bentuk straight news maupun feature, tulisan maupun animasi dan video. Nama lengkap kami adalah Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra Universitas Lampung. Berkedudukan di Universitas Lampung, sehingga artikel kami lebih mengenai Universitas Lampung, dan Lampung.

Rate This Article:
NO COMMENTS

Sorry, the comment form is closed at this time.